SINGA BETINA: Cek Profil dan Sejarah 'Rasuna Said' yang Muncul sebagai Doodle Google, Siapa Sebenarnya Beliau?

15 September 2022, 05:55 WIB
Siapa Rasuna Said Sebenarnya? /Tangkapan layar Google Doodle

Portalbangkabelitung.com - Sosok pahlawan Rasuna Said muncul sebagai Doodle Google pada hari ini. Cek profil dan sejarah 'Rasuna Said' yang jadi Doodle Google. 

Sebagian orang mungkin tidak mengenal siapa sebenarnya sosok Rasuna Said sampai-sampai Google memilih beliau untuk dijadikan Doodle di kolom mesin pencariannya. 

Doodle Google tampak sebuah gambar Rasuna Said tersenyum seperti sedang berorasi yang disertai kaum wanita dibelakangnya dan terdapat dominasi warna biru dan kuning.  

Baca Juga: Profil dan Biodata Ismail Marzuki, Sosok Pahlawan Indonesia yang Muncul di Google Doodle 10 November 2021

Doodle Google sendiri digunakan sementara untuk memperingati hari libur, acara, prestasi dan tokoh sejarah terkemuka. 

Pada kali ini, Rabu, 14 September 2022 Google memilih merayakan ulang tahun ke-112 Rasuna Said, yang semasa hidupnya dikenal keras dalam menyuarakan hak-hak perempuan. 

Rasuna Said adalah sosok guru sekaligus jurnalis yang diakui sebagai pahlawan nasional Indonesia dan Tokoh perempuan kesembilan yang menerima dianugerahi penghormatan tersebut.  

Baca Juga: Profil dan Biodata Ellya Khadam, Pedangdut RI 'Boneka dari India' yang Muncul di Google Doodle 23 Oktober 2021

Riwayat Hidup Rasuna Said

Rasuna Said lahir pada tanggal 14 September 1910 di sekitar Danau Maninjau, Sumatera Barat. Sejak awal dikenal dengan wanita yang tekun dan pintar dalam berbicara banyak persoalan. 

Hal itu membuatnya menjadi salah satu asisten guru dan sering memberikan motivasi kepada kaum perempuan untuk berani bermimpi besar. 

Pada 1926, Rasuna Said menerima undangan bergabung dengan Sarekat Rakyat.

Baca Juga: Hari Ulang Tahun Marie Thomas, Dokter Wanita Pertama Indonesia Yang Ikut Dirayakan Google Doodle.

Kemudian, pada 1930, dia menjadi bagian dalam penyelenggaraan Persatuan Muslim Indonesia (PERMI). Organisasi itu diketahui kritis dalam menyuarakan aksi kolonialisme Belanda dan tindakan ketidakadilan terhadap perempuan. 

Pada 1931, Rasuna Said hijrah ke Padang dan memperkenalkan divisi perempuan PERMI yang konsen membuka sekolah sastra untuk seluruh perempuan di Sumatera Barat.

Pada 1932, Rasuna Said ditangkap karena berbicara menentang kekuasaan kolonial Belanda. Saat diadili di Payakumbuh ribuan orang menghadiri persidangan sekaligus mendengar pidatonya yang tegas dan menginspirasi.

Baca Juga: Intip Sosok Mo Willems, Penulis Buku Anak-anak yang Merilis Video 'Lunch Doodle' Demi Belajar Bersama

Ketika menginjak usia 24 tahun, setelah bebas dari penjara pada 1934, Rasuna Said membuka lembaran baru sebagai seorang jurnalistik dan menulis untuk jurnal perguruan tinggi bernama Raya.

Setelah beberapa tahun berlalu, dia banyak memberikan peluang kepada perempuan dengan membuka lebih banyak sekolah dan berbicara atas nama berbagai kelompok wanita Muslim.  

Pada 1945, Setelah lama berpetualang tanpa lelah demi menanamkan semangat nasionalisme dan anti kolonialisme melalui tulisannya, Indonesia akhirnya memperoleh kemerdekaannya. 

Baca Juga: Mengenal Noken Papua, Doodle yang Muncul di Halaman Utama Google

Barulah pada 1974, Rasuna Said pun dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berkat jasa-jasanya yang sangat luar biasa dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Itulah kisah panjang dari sosok pahlawan Rasuna Said, dan dikenal dengan julukan Singa Betina Pergerakan Kemerdekaan Indonesia.***




Editor: Suhargo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Terpopuler