Wiku Adisasmito: Masih Ada Paslon Langgar Protokol Kesehatan Saat Kampanye

29 September 2020, 22:58 WIB
Wiku Adisasmito /Satgas Penanganan Covid-19

 

*Kabupaten Ngada Contoh Penyelenggaraan Pilkada Yang Aman Dari Covid-19

Portalbangkabelitung.com-Satgas Penanganan Covid-19 masih menemukan Paslon peserta Pilkada Tahun 2020 tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Satgas Penanganan Covid-19 prihatin dan kecewa. Kami berharap bahwa temuan ini adalah yang terakhir," ungkap Prof. Wiku Adisasmito dalam jumpa pers di Kantor Presiden yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, kasus ini dapat menjadi perhatian dan pelajaran bagi Paslon agar betul-betul patuh pada protokol kesehatan.

Baca Juga: Peresmian Gedung PKK Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang

"Mari kita selamatkan diri anda dan pemilih anda," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, pada Selasa 29 September 2020.

Padahal para Paslon harus menjadi contoh yang baik bagi pemilihnya di daerah dengan cara selalu mengedepankan protokol kesehatan. Hindari melakukan kegiatan yang dapat memicu timbulnya kerumunan.

Satgas Penanganan Covid-19 kata Wiku mengapresiasi daerah-daerah dan partai politik yang telah membuat satuan khusus yang fokus dalam penegakan protokol kesehatan.

Baca Juga: Kemenpora RI Resmikan GOR Sang Depati di Kabupaten Bangka

Pihaknya berharap fungsi satuan khusus itu dapat efektif mendorong implementasi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan tahapan Pilkada 2020.

"Salah satu contoh adalah Kabupaten Ngada di Nusa Tenggara Timur. Seluruh unsur yang terlibat dalam pilkada disana, dengan tegas menjaga agar protokol kesehatan dijalankan dengan ketat," Wiku menjelaskan.

Cara yang dilakukan pemerintah setempat adalah mewajibkan para paslon mengucapkan ikrar pakta integritas penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 selama pelaksanaan pilkada.

"Kami mohon daerah-daerah lainnya yang menyelenggarakan pilkada, agar dapat mencontoh dan melaksanakan kegiatan seperti ini, untuk bisa menjaga pilkada yang aman dari ancaman penularan Covid-19," lanjutnya.

Pihaknya juga mendorong penyelenggara pilkada yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan yang mengawasi yaitu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Baca Juga: Iwan Bule Angkat Bicara Terkait Batalnya Kompetisi Liga 1

Untuk melakukan monitoring dan penindakan bagi paslon yang mengabaikan dan melanggar protokol kesehatan dalam setiap kegiatan kampanye sesuai Peraturan KPU No. 13 Tahun 2020.

Masyarakat pun dapat secara aktif mengawal pelaksanaan rangkaian pilkada dengan melaporkan semua pelanggaran ke Bawaslu setempat.

"Mari kita bersama-sama bahu membahu untuk mencapai pilkada yang aman dari Covid-19," pesan Wiku.

Editor: Muhammad Tahir

Sumber: COVID-19

Tags

Terkini

Terpopuler