Berpaling dari AHY, Moeldoko Cs Sarankan SBY Buat Partai Baru

- 6 April 2021, 08:11 WIB
Juru Bicara Partai Demokrat versi KLB, Muhammad Rahmad mengaku pihaknya sudah memprediksi hasil putusan Kemenkumham.
Juru Bicara Partai Demokrat versi KLB, Muhammad Rahmad mengaku pihaknya sudah memprediksi hasil putusan Kemenkumham. /Tangkapan layar YouTube.com/tvOneNews/

Portal Bangka Belitung- Partai Demokrat kubu Moeldoko meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendirikan partai baru.

Menurut mereka Partai Demokrat yang sekarang sudah berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Muhammad Rahmad selaku Juru Bicara (Jubir) kubu Moeldoko. 

Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan Sebesar Rp2.619.056.695 Untuk Korban Bencana Banjir NTT, Berikut Rinciannya

Ia menyampaikan, kubu Moeldoko bersama para pendiri Partai Demokrat siap mendukung SBY untuk mendirikan partai baru.

Hal itu perlu dilakukan SBY karena dapat menimbulkan rasa keadilan bagi para pendiri partai yang sudah berdarah-darah mendirikan Partai Demokrat pada 2001.

Selain itu, hal tersebut juga dapat mencegah stigma dari para pendiri yang berpikir bahwa AHY telah mengambil partai yang telah mereka dirikan.

Baca Juga: BNPB Catat Ada 1.030 Bencana Alam Terjadi di Indonesia dari Tanggal 1 Januari sampai 4 April 2021

Perihal nama partai, Rahmad mengutarakan bahwa ada yang mengusulkan untuk diberi nama PKC (Partai Keluarga Cikeas).

Akan tetapi, Rahmad menyampaikan bahwa kubunya dan para pendiri partai memberikan kebebasan kepada SBY untuk menentukan sendiri perihal nama partai ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ossy Dermawan menyarankan kepada kubu Moeldoko untuk dapat menerima kenyataan pahit ini.

Baca Juga: [Update] Indonesia Senin 5 April 2021 2021, Positif Covid-19 Bertambah 3.712 Orang, Total Positif 1.537.967

Pria yang pernah menjabat sebagai Staf Pribadi SBY ini mengungkapkan bahwa Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang dan menetapkan AHY sebagai Ketum Partai Demokrat yang sah.

“Pemerintah telah mengakui keabsahan Partai Demokrat di bawah Ketum AHY. Saran saya, kubu KSP Moeldoko harus belajar menerima kenyataan pahit ini,” tulis Ossy Dermawan yang dikutip Galamedia dari akun Twitter pribadinya, @OssyDermawan, Selasa, 6 April 2021.

Baca Juga: Banjir Telan Korban,Jokowi Minta Jajaran Terkait Segera Lakukan Evakuasi dan Penanganan Bencana di NTT dan NTB

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan menolak pengesahan hasil KLB di Deli Serdang yang menjadikan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat, 31 Maret 2021.

Menkumham, Yasonna Laoly menyebut, kubu Moeldoko belum melengkapi sejumlah dokumen.

Dokumen yang dimaksud Yasonna meliputi dokumen perihal DPC, DPD, hingga surat mandat. Oleh sebab itu, pemerintah menolak permohonan hasil KLB tersebut.

Baca Juga: Soroti Kehadiran Jokowi dalam Pernikahan Atta-Aurel, PCINU: Kenapa Jokowi Tidak Hadir secara Virtual saja?

Dengan begitu, AHY masih diakui sebagai Ketum Partai Demokrat yang sah berdasarkan hasil Kongres 2020 oleh pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad menyebut, kubunya berniat mengusulkan AHY untuk kali kedua sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Hal tersebut didasarkan pada keseriusan AHY dalam berkarier di dunia politik.

Baca Juga: Menag Perintahkan Anak Buahnya di NTT Terjun Langsung Bantu Korban Banjir dan Tanah Longsor

Keseriusan tersebut dapat terlihat dari keputusan AHY yang secara mendadak mengundurkan diri dari dunia militer yang sudah membuat namanya besar.

Tentunya, keputusan SBY yang meminta AHY berhenti dari militer dengan pangkat mayor adalah pertimbangan AHY yang akan diusung menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Artikel ini sebelumnya telah terbit di Galamedia.com dengan judul "Usai Dukung AHY, Moeldoko Cs Dukung SBY Buat Partai Baru, Anak Buah SBY: Demokrat di Bawah AHY Telah Diakui" Pada 6 Maret 2021*** (Galamedia/Dharma Anggara)

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Jakarta Diprediksi Menjadi Kota Paling Cepat Tenggelam di Dunia

 

Editor: Suhargo

Sumber: Galamedia


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x