Terkait Kasus Mamalia Terdampar Massal, KKP Dalami Penyebabnya Bersama Lembaga dan Pakar Kelautan

- 7 Maret 2021, 11:49 WIB
Hiu tutul yang ditemukan terdampar dan sudah menjadi bangkai tersebut dievakuasi dan dikubur didalam pasir di pantai Lembah Putri Desa Putrapinggan Kalipucang, Senin, 24 Agustus 2020.*
Hiu tutul yang ditemukan terdampar dan sudah menjadi bangkai tersebut dievakuasi dan dikubur didalam pasir di pantai Lembah Putri Desa Putrapinggan Kalipucang, Senin, 24 Agustus 2020.* /Kabar Priangan/Agus Kusnadi/

Data KKP Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) mencatat pada tahun 2015 terjadi peristiwa terdampar 103 ekor mamalia laut, kemudian tahun 2016 tercatat sebanyak 255 ekor, tahun 2017 ditemukan sebanyak 143 ekor, tahun 2018 sebanyak 154 ekor, tahun 2019 sebanyak 142 ekor, dan tahun 2020 sebanyak 107 ekor.

Baca Juga: AHY Masih Menjadi Pimpinan kepengurusan resmi Partai Demokrat AHY, Moeldoko Batal Menjabat?

Sedangkan pada tahun 2021 hingga Februari, telah tercatat 66 individu mamalia laut yang terdampar, termasuk kasus terdamparnya 52 ekor paus pilot di Desa Patereman, Modung, Bangkalan, Madura, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, kecepatan dan ketepatan dalam penanganan setiap kejadian terdampar hidup menjadi hal yang sangat penting dan berdampak besar terhadap keselamatan biota laut tersebut.

“Mengetahui penyebab kejadian mamalia laut terdampar sangat penting untuk penanganan ke depan. Karenanya, saya mengajak para pakar dari Unair, IPB, WSI (Whale Stranding Indonesia), RASI (Rare Aquatic Species Indonesia), dan Flying Vet untuk mendiskusikan fenomena ini,” jelasnya.

Baca Juga: Kisruh Partai Demokrat, Pakar Politik LIPI: Ini Luar Biasa

Ahli biologi Yayasan Konservasi RASI, Danielle Kreb mengatakan upaya mengungkap keberadaan mamalia laut sangat penting bagi keseimbangan ekosistem laut. Menurutnya, mamalia laut memberikan sumbangan ekologis yang sangat penting bagi ekosistem di bumi dan manusia yang memanfaatkan atau berasosiasi dengan biota tersebut.

Sementara, peneliti Whale Stranding Indonesia (WSI), Putu Lisa Mustika mengatakan secara umum ada 11 penyebab kejadian mamalia laut terdampar, yaitu akibat terjebak di air surut, penyakit, predasi, kebisingan, aktivitas perikanan, tertabrak kapal, pencemaran laut, gempa dasar laut, cuaca ekstrim, blooming alga, dan badai matahari.

Sedangkan Dosen FPIK IPB, Adriani Sunudin menambahkan, Selat Madura merupakan habitat berlindung yang ideal bagi mamalia laut. Berdasarkan data oseanografi, pada saat kejadian kondisi perairan cenderung sejuk akibat pengaruh hujan ekstrim di seluruh Jawa, Sumatera, Kalimantan dengan kondisi salinitas rendah.

Baca Juga: Ini 10 Provinsi yang Dapat Peringatan BMKG Terkait Cuaca Ekstrem dan Awan Hujan, Minggu 7 Maret 2021

Halaman:

Editor: Ryannico

Sumber: Galamedia


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah