Negara Diduga Rugi hingga 100 T Akibat Korupsi Bansos, Penyidik Andre Dedy Nainggolan Sebut Ini Barulah Awal

- 24 Juni 2021, 12:17 WIB
Ilustrasi kasus korupsi bansos
Ilustrasi kasus korupsi bansos /Foto: Pixabay/sajinka2/

Portalbangkabelitung.com - Kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara masih terus menjadi bahan pembicaraan publik.

Semakin kasus korupsi bansos terungkap, semakin terkejut masyarakat dibuatnya.

Pasalnya penyidik senior KPK Novel Baswedan mengungkapkan bahwa negara diduga telah merugi hingga 100 Triliun atas kasus korupsi bansos ini.

Baca Juga: Perankan Damar di Dari Jendela SMP Terbaru, Berikut Biodata Lengkap EMYRRAZAN HAMID yang mencengangkan!

Andre Dedy Nainggolan selaku penyidik kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebagai tersangka mengatakan hal ini barulah awal saja.

Pria yang akrap disapa Nenggo ini mengatakan ia bersama timnya akan memfokuskan pengusutan pada penyaluran bansos untuk warga di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Khusus bansos yang kami tangani adalah warga yang membutuhkan bantuan, sebanyak 1,9 juta penerima di Jabodetabek," katanya dalam siaran langsung akun Instagram @whatisupindonesia pada Selasa 22 Juni 2021 malam.

Baca Juga: SINOPSIS Drakor My Roommate Is A Gumiho Episode 10: Shin Woo Yeo Jatuh Sakit dan Meminta Lee Dam Menjauhinya

Nenggo mengatakan bahwa kasus korupsi bansos ini awalnya bukan ditangani oleh timnya.

Selama bekerja 13 tahun bekerja di KPK, Nenggo dan timnya hanya menginvestigasi kasus korupsi yang berkaitan dengan konstruksi.

Sehingga, kasus korupsi bansos merupakan kasus pertama yang ia bersama timnya tangani.

Baca Juga: Link Nonton Drakor My Roommate Is A Gumiho Episode 10 Sub Indo Tayang Malam ini, Beserta Sinopsis!

Nenggo mengaku tak dapat membendung kemarahannya saat mengetahui kasus korupsi bansos ini bernilai fantastis.

Apalagi kasus ini terjadi di tengah situasi pandemi Covid-19 di mana banyak masyarakat sangat membutuhkan.

"Saya marah pas tahu pertama kali ada kasus bansos korupsi." kata Nenggo sebagaimana dikutip Portalbangkabelitung.com dari asumsi.co pada Kamis, 24 Juni 2021.

Baca Juga: Sinopsis Dari Jendela SMP 24 Juni 2021: Wulan Katakan Selamat Tinggal Joko, Damar Siap Ambil Alih

Lebih lanjut Nenggo menjelaskan kalau kasus konstruksi berkaitan dengan fasilitas umum, yang meskipun kualitasnya buruk yang menggunakannya itu ada.

Sementara pada korupsi bansos, banyak orang yang membutuhkan dan sebagian besar terdampak pandemi.

Nenggo memberikan contoh seperti sopir ojek online yang banyak kehilangan pekerjaan akibat pandemi yang seharusnya menerima bansos.

Baca Juga: Narasi Mata Najwa: Jangan Nunggu Giliran Banjir Kritik, Dianggap Sengaja Menakuti Masyarakat, Lebay!

"Bansos ini benar-benar diharapkan mereka (sopir ojek online). Nilai yang sudah sedikit itu dikorupsi. Ini bicara bukan cuma soal korupsi, tapi kejahatan kemanusiaan. Kami lakukan investigasi maka kemarahan yang kami rasakan," ungkapnya.***

 

Editor: Suhargo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah